Generasi Home Service

Sebagai orang tua yang memiliki buah hati, terutama anak di usia balita tentunya merupakan hal yang wajar memiliki kekhawatiran akan tumbuh kembang anak-anaknya. Sering kali kami para orang tua merasa khawatir ketika melepas anak-anaknya kepada dunia yang semakin sengit ini. Kami tidak akan pernah tau mereka akan terlempar pada belahan bumi bagian mana. Untuk itu sangat penting sekali menanamkan kemapuan adaptif kepada anak sejak dini. Namun sering kali kami temui beberapa orang tua yang terlalu khawatir terhadap tumbuh kembang anak, sehingga mereka terlalu memanjakan anak-anaknya sehingga anak-anaknya menjadi generasi home service. Memang, melindungi buah hati adalah naluri alamiah dari setiap orang tua, namun jika salah kaprah terhadap pola asuh yang diterapkan makan akan berdampak buruk bagi anaknya sendiri.

Generasi home service adalah generasi yang semua kebutuhannya dilayani oleh orang lain. Mereka cenderung selalu minta dilayani terkait dengan keperluan dan kebutuhannya. Ini terjadi pada anak-anak yang masa kecilnya sudah terbiasa untuk dilayani seluruh keperluan dan kebutuhannya oleh orang tua atau oleh baby sitter maupun oleh orang yang diamanahi untuk memenuhi kebutuhannya. Jika anak meminta bantuan kepada ART atau baby sitter bukanlah hal yang keliru, namun akan menjadi sangat keliru apabila anak dan orang tua terlalu mengandalkan mereka untuk melayani semua kebutuhan anak. Hal ini tentunya akan menjadi sebuha kebiasaa pada anak sehingga mereka akan selalu dengan mudah mendapatkan apa yang mereka inginkan. Anak cenderung tidak dilatih untuk berusaha terlebih dahulu ketika mereka menginginkan sesuatu, sehingga anak ini akan menjadi generasi yang tidak inovatif dan adaptif.

Mengutip pernyataan dari Carol Dwek, psikolog dari Standford University dalam bukunya yang berjudul The New Psychssology of Succes bahwa “hadiah terpenting dan terindah dari orang tua kepada anak-anaknya adalah tantangan”. Tantangan merupakan sesuatu hal yang harus dilakukan terlebih dahulu apabila hendak mencapai suatu keinginan, karena lazimnya suatu pencapaian tidak akan hadir tanpa usaha. Jika home service ini tidak teratasi sejak dini, maka akan semakin banyak generasi yang tidak mampu menyelesaikan masalah yang kompleks dan tidak terduga.

Jika kita lihat fenomena saat ini, dimana dampak pandemi Covid19 sangat kentara akibatnya pada tumbuh kembang anak-anak. Generasi home service akan sangat kesulitan menghadapi era yang penuh ketidakpastian seperti saaat ini. Mereka tidak mampu beradaptasi dengan kondisi yang sangat dinamis. Kita tidak hanya membutuhkakn generasi yang cerdas dalam menanggapi masalah, namun kita juga membutuhkan generasi yang cepat tanggap menanggapi masalah dengan cepat dan tepat di situasi yang tidak menentu.

Sebagai orang tua, kita dapat mulai membiasakan anak-anak agar mereka tumbuh dengan tantangan, bukan menuruti semua keinginannya. Apabila anak-anak tidak dibiasakan dan dilatih untuk menghadapi tantangan dan masalah, maka kelak anak-anak tidak akan mampu menemukan solusi dari masalah yang mereka hadapi. Dalam perilaku generasi home service cenderung tidak ada proses pendewasaan anak melalui kebiasaan-kebiasaan yang mebuat anak mampu mencapai potensinya.

Bukankah kita sebagai orang tua tidak ingin membunuh potensi anak yang diakibatkan oleh pola asuh yang sudah kita terapkan?

Jangan sampai salah langkah ya moms 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *